TUAK TUBAN SAMA DENGAN NOTO AWAK

(Sarana Bersosial Dan Keakrabaan)

Tuak adalah jenis minuman yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Tuban. Ya, karena tuak sendiri memang minuman khas yang berasal dari Tuban sendiri. Bagi yang belum familiar dengan minuman ini, tuak sebenarnya adalah minuman yang berasal dari fermentasi dari pohon siwalan. Hasil fermentasi tersebut yang mengandung gula ini akan menghasilkan alkohol. Oleh karena itu, tuak memiliki kandungan alkohol di dalamnya. Tuak tidak hanya memiliki bentuk cair dan dapat diminum, akan tetapi tuak juga terdapat versi padat. Tuak yang berbentuk padat biasanya dikenal dengan ‘brem’.

CARA MENDAPATKAN TUAK SIWALAN TUBAN


Siwalan di daerah Kabupaten Tuban seakan menjadi icon daerah ini. Kota Tuban kadang sering disebut Kota Tuak, Kota Tuak Tuban. Di beberapa penjuru kota Tuban banyak ditemui kerumunan orang di pinggir jalan yang duduk-duduk mengelilingi Jerigen Tuak, dengan tuak yang tersaji di gelas-gelas para peminum.
Di sepanjang jalan antara Pakah dan Tuban terdapat banyak sekali deretan warung-warung yang menjual aneka produk Siwalan, seperti Buah Siwalan yang dibungkus plastik, Legen atau Tuak yang dikemas dalam botol Aqua besar dan tanggung, bahkan jerigen yang sekitar 5 literan.

WADAH KHUSUS TUAK
Dulu tuak ditampung dalam bumbung bambu yang panjangnya sekitar 150 cm yang disebut bonjor. Bonjor terbuat dari bambu besar beberapa ruas, yang mana ruas-ruasnya yang menyekat dibuka sehingga ruas-ruasnya terbuka. Bonjor ini biasanya bagian luarnya dililiti oleh anyaman daun siwalan yang melingkari bumbung bambu bonjor. Bonjor bisa menampung sekitar 10-20 liter tuak atau legen. Di ujung mulut bonjor biasanya ditutup dengan belahan pita tipis dari daun Siwalan sebagai alat penutup sekaligus penyaring Tuak atau Legen bila dituang di centhak.
Tempat untuk minum yang khas sebenarnya tebuat dari sekerat bambu. Bambu dengan tinggi sekitar 10 cm yang dijadikan gelas minuman ini disebut centhak. Bibir dan dinding centhak biasanya sudah ditipiskan, sehingga memudahkan apabila dipakai untuk wadah minuman. Sampai sekarang pun centhak masih gampang ditemui di Tuban.

Legen atau Tuak ini sebenarnya adalah air nira yang keluar dari pohon Siwalan melalui tangkai tandan bunga yang dipotong atau diiris atau disadap atau dideres. Tangkai tandan bunga ini lah yang dalam bahasa orang Tuban disebut dengan wolo. Ngunduh tetese wolo berarti memungut tetesan nira dari tangkai tandan bunga yang disadap.
Ada dua macam wolo atau tangkai tandan bunga, yaitu wolo lanang dan wolo wadon. Tangkai tandan bunga jantan dan tangkai tandan bunga betina. Semuanya bisa disadap air niranya. Namun yang pasti diambil niranya adalah yang jantan, sedang yang betina kadang dibiarkan tidak disadap karena dipelihara buahnya.

Wolo tidak begitu saja mengeluarkan niranya, tetapi mesti dilakukan dulu perlakuan agar dapat mengeluarkan nira. Caranya wolo yang sudah hampir maksimal perkembangannya diperlakukan seperti dipijat-pijat atau dijepit dengan dua bilah bambu yang tebal atau gilig. Alat penjepit yang terbuat dari dua bilah bambu itu disebut dengan gathik.
Ada 2 (dua) macam gathik, yaitu gathik untuk bunga jantan bentuknya agak melebar, dan gathik untuk bunga betina biasanya agak gilig atau bulat. Hal ini karena pada tangkai bunga betina posisi menjepinya yang agak susah, karena tangkai tandan bunga betina biasanya agak brendhol-brendhol. Penjepitan wolo dengan gathik ini dilakukan secara terus menerus setiap hari selama 1 minggu. Setelah ada tanda-tanda wolo akan mengeluarkan niranya, maka pemotongan wolo pun akan dilakukan.

MANFAAT MEMINUM TUAK ASLI

Meskipun memiliki kandungan alkohol di dalamnya, tuak memiliki beberapa manfat. Beberapa manfaat dari tuak diantaranya:

Mengatasi Diabetes

Meskipun berasal dari bahan yang mengandung gula, tuak dapat membantu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Dengan meminum sesuai takaran, tuak dapat menjadi salah satu minuman yang dapat membantu mengatasi diabetes. Meskipun memiliki kandungan alkohol di dalamnya, tuak memiliki beberapa manfat. Beberapa manfaat dari tuak diantaranya:

Mengatasi Diabetes

Meskipun berasal dari bahan yang mengandung gula, tuak dapat membantu menurunkan kadar gula darah dalam tubuh. Dengan meminum sesuai takaran, tuak dapat menjadi salah satu minuman yang dapat membantu mengatasi diabetes

Mengurangi Stress

Minuman hasil fermentasi dari beras atau nira ini memiliki kandungan di dalamnya yang dapat berfungsi mengurangi stress. Kandungan yang ada dalam tuak dapat membantu memberikan efek rileks pada pikiran dan juga memberikan ketenangan hati. Namun, yang perlu diperhatikan, untuk tidak meminum tuak terlalu banyak karena dapat menyebabkan mabuk.

Menjaga Sistem Pencernaan

Kandungan dalam tuak memang salah satunya adalah alkohol. Akan tetapi, tuak juga dapat membantu melancarkan sistem pencernaan. Meminum tuak dalam membantu meringankan masalah pencernaan yang dialami.

Melancarkan ASI

Meminum tuak bagi ibu yang sedang dalam masa menyusui juga memiliki manfaat tersendiri. Tuak dapat membantu melancarkan keluarnya ASI dan juga membantu menjaga nutrisi dalam produksi ASI tersebut. Ibu menyususi yang meminum tuak, kandungan nutrisi dan gizi dalam ASI dapat terjaga. Kualitas ASI yang diberikan kepada bayinya juga tidak akan turun.

Menyehatkan Tulang

Semakin bertambahnya usia, kesehatan tulang biasanya juga dapat melemah. Tulang dapat dapat mengalami kekeroposan dan kepadatan tulang menurun. Untuk menjaga kepadatan tulang agar tetap terjaga, tuak dapat membantu menjaga kepadatan tulang. Kandungan vitamin pada tuak dapat mengembalikan lagi kepadatan tulang yang rapuh.

Menjaga Kehangatan Tubuh

Tuak mengandung alkohol, dimana fungsi alkohol sendiri di daerah bersuhu rendah memang digunakan untuk menghangatkan tubuh. Tidak hanya di daerah bersuhu rendah, terkadang di wilayah tropis seperti Indonesia juga mengalami cuaca, dimana suhu lingkungan sangatlah rendah. Apabila suhu lingkungan sangat rendah dan badan merasakan kedinginan, meminum tuak dapat membantu menghangatkan tubuh agar tidak terlalu kedinginan.

Mengatasi Kencing Manis

Di wilayah Lombok, tuak dipercaya dapat mengatasi penyakit kencing manis. Beberapa orang yang mengalami kencing manis mencoba meminum tuak secara rutin. Dan hasilnya, kencing manis yang dialamai oleh beberapa orang tersebut dapat sembuh dengan perlahan.

Mengatasi Sariawan

Tuak memiliki kandungan vitamin C yang mampu mengatasi sariawan. Tidak hanya mengatasi sariawan, kandungan vitamin C yang terdapat pada tuak juga mampu menyembuhkan luka yang disebabkan oleh sariawan. Selain itu, tuak dapat membantu menghilangkan bau mulut dan panas dalam. Sehingga kesehatan mulut dapat terjaga dengan meminum tuak.

Ritus Kedewasaan

Di beberapa daerah, meminum tuak dijadikan tolok ukur seseorang mengalami kedewasaan. Meminum tuak yang mengandung alkohol dalam porsi yang lumayan banyak, dapat menjadi tanda bahwa seseorang tersebut sudah menjadi dewasa.

Meningkatkan Keberanian

Tuak tidak hanya dapat menghangatkan tubuh, dan menghindarkan tubuh dari kedinginan. Namun tuak juga dapat membantu seseorang secara mental untuk membuatnya percaya diri dan berani untuk tampil di depan umum.

Bahan Pembuat Gula Aren

Tuak berasal dari bahan yang memiliki kandungan gula di dalamnya. Tuak memang mengandung alkohol, akan tetapi tuak sendiri memiliki rasa yang manis. Rasa manis pada tuak biasanya dimanfaatkan untuk membuat gula aren, agar gula aren memiliki rasa manis yang lebih enak.

Bahan Untuk Membuat Kue

Rasa manis yang dihasilkan oleh tuak tidak hanya dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat gula aren. Akan tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat kue. Selain menambahkan rasa manis pada kue, tuak juga berguna untuk menjadi bahan pengembang agar kue mengembang dengan bagus.

Sarana Sosialisasi Dan Keakraban

Dalam komunikasi yang dilakukan ketika sedang berkumpul dengan banyak orang, pasti ada suguhan seperti minuman untuk menghangatkan suasana dan menjaga keakraban. Tuak menjadi salah satu suguhan minuman yang banyak digunakan dibeberapa kedai atau tempat tongkrongan agar suasana lebih akrab.

Tuak memang mengandung alkohol di dalamnya. Alkohol sendiri memang tidak baik untuk kesehatan karena dapat merusak beberapa sel tubuh. Akan tetapi, alkohol yang terkandung di dalam tuak dan beberapa kandungan lainnya dapat membantu menjaga kesehatan, baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental seseorang. Yang perlu diperhatikan yakni dengan meminum tuak sekadarnya saja untuk tidak terlalu banyak sampai memabukan. Mai Kita jaga peningalan nenek moyang Kita dengan memanfaatkan ke hal yang bersifat positif.

1 komentar: