Kereta Api di Tuban Nasib dan Transportasi Masal

Transportasi umum mungkin klise jika masih menjadi perdeban kereta api tuban, karena saat ini siapapun bisa mendapatkan kendaraan roda dua dengan atau tanpa uang muka. Hampir setiap orang dengan cukup usia bisa mebeli kendaraan roda dua dengan kredit.

Kendaraan roda dua telah menjadi primadona dan seperti menjadi keharusan untuk melakukan aktifitas, pergi sekolah gingga bekerja saat ini haruslah dengan kecepatan yang super jika tidak ingin ketinggalan jam kerja atau kegiatan yang lain. Jika tidak memiliki kendaraan roda dua sudah bisa dipastikan akan sangat menghambat dalam ruang gerak beraktifitas.

Meningkatnya jumalah pembeli dan pemakai kendaraan roda dua bukan tanpa alasan, di Kabupaten Tuban sendiri daya jangkau setiap tempat strategis secara keseluruhan hampir tidak ada moda tranportasi masal yang bisa menjangkau.

Kebutuhan transportasi masal ini seperti diabaikan dengan sengaja, akses menuju tempat strategis seperti diabaikan dan dibiarkan liar dengan tanpa diberikan hak akses kepada para pejalan kaki, seperti pada saat harus menuju ke dua supermarket besar di bumi ronggolawe ini. Yaitu Bravo dan Samudra, warga dipastikan harus dengan kendaraan pribadi.

Letak geografis mungkin menjadi kendalan yang paling krusial dalam pengelolaan rute transportasi masal, zona tingkat kepadatan penduduk yang tersebar dan tidak merata. Penggunaan moda transportasi masal bisa akan sangat merugikan untuk pengelola jika tingkat penggunaan tranpostasi masal tidak signifikan.

Keberpihakan dan pengelolaan transportasi masal di Tuban bisa jadi masih menjadi hal ecek-ecek karena kemampuan daya beli kerndaraan roda dua oleh warga. Namun jika kondisi ini tidak diantisipasi bisa jadi akan menjadi bom waktu, lambat namun pasti tingkat kemacetan di jalan-jalan tertentu sudah mulai terlihat pada saat jam kerja akan dimulai.

Stasiun Kereta Api di Tuban


Tidak banyak yang tahu bahwa kereta api tuban mepunyai jalur, bukti keberadaan aset PT. KAI yang ada pada jl. brawijaya dan situs stasiun kereta api yang ada di jl. lukman hakim, kedua tempat itu bisa dikatakan sebagai situs atau tempat sejarah transportasi masal di bumi ronggolawe ini.

Pemanfaatan aset yang tidak seharusnya dan pembiaran pada aset negara, keberadaan aset pada dua tempat ini akan menjadi polemik yang akan sulit diselesaikan jika pemerintah tidak memberikan pemahaman dengan pola pendekatan yang baik. Berdiri banyak pemukiman permanen dan tumbuh rumah-rumah oleh warga.

Kondisi diatas yang terjadi pada dua aset PT. KAI tidak bisa sangat cepat diselesaikan dengan cara menggusur. Kedepan akan banyak pihak yang berkepentingan dari melindungi aset pribadi atau harus bertikai dengan aparatur.

Lalu apa yang harus dilakukan, hanya Tuhan yang tau. Transportasi masal di Tuban, Kereta Api dan Jalur kereta api tuban yang hilang itulah fakta hari ini kereta api tuban.

1 komentar: